Merasa penasaran, kami gegas berlari keluar. Tapi, lagi-lagi hal aneh terjadi. Keadaan di luar kamar ternyata sangat hening. Para saudara mas Harto terlihat khusyuk berdzikir dalam hati di depan peti. "Suara apa tadi itu Mas?" tanya mas Harto, mendekati para saudaranya. Mendengar pertanyaan mas Harto, sontak saja yang lainnya berbalik menatap heran. "Suara apa Har?" "Suara ribut Mas," jawab mas Harto. Mereka ber enam saling berpandangan. "Tidak ada ribut sedari tadi. Kami semua sedang berdzikir sambil menunggu kalian selesai. Memangnya kalian sudah selesai sholat?" Kali ini kami yang saling bertatapan mata. Jika sedari tadi tidak ada keributan, lalu yang tadi itu suara apa? Apa ini juga gangguan dari iblis terkutuk itu? "Hei, kenapa diam? sudah selesai belum?" tanya kakak tertu

