Suasana menjadi hening. Tak ada yang bicara lagi setelahnya. Tetua desa menghela nafas berat. Aku akui, jika kejadian ini memang membuat kami semua merasa was-was. "Maaf sebelumnya Pak, apa saya boleh bertanya?" Kali ini kakak ipar Harto angkat bicara. Mungkin ia merasa penasaran dengan penjelasan di hutan tadi malam. "Silahkan!" sahut tetua, ekspresinya benar-benar tidak bisa ditebak sama sekali. "Apa maksud Bapak saat di hutan tadi malam? jujur saja, saya masih merasa penasaran dah perlu penjelasan. Kenapa harus keponakan saya? Siapa yang mendengarnya? Lalu, kenapa kami semua diminta pulang?" Pertanyaan beruntun dilayangkan kakak ipar Harto. Sedang kami yang tadi malam ikut pulang bersamanya mengangguk mengiyakan. "Begini Nak, saya juga bingung harus memulainya dari mana. Ilmu se

