Ibu meninggal

1021 Words

Hampir saja aku terjatuh ke belakang saat melihat kondisi ibu yang begitu mengerikan. Beruntung ada mas Bani yang menahan tubuhku. "Sabar Har, kita berdiri di sini saja!" bisik mas Bani, menahan lenganku. Ibu menoleh ke arahku. Wajahnya terlihat segar, tidak ada menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali. Tapi itu hanya bagian kepala. Berbeda jauh dengan bagian badan ibu. Padahal aku rutin satu minggu sekali pulang ke rumah ini. Terakhir kali aku bertemu ibu satu minggu yang lalu. Tubuh ibu masih normal seperti biasa. Sedang sekarang hanya tersisa balutan kulit yang membungkus tulang. "Harto... Sini Nak! Mana Nana dan cucu Ibu?" tanya ibu, suaranya terdengar begitu mengerikan dengan tatapan mata yang tajam. "Jangan hiraukan pertanyaan ibu! Itu bukan ibu!" bisik mas Bani lagi. Sontak sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD