(Pov Author) Langit yang tadinya biru, kini berubah menjadi jingga. Sang surya sudah kembali ke peraduannya. Suasana surup yang biasanya terasa biasa saja. Kini terasa berbeda. Malam belum hadir, tapi hawa mencekam sudah terasa. Ditambah lagi suara burung kedasih yang terus berbunyi dari balik rimbunnya pohon-pohon. "Mas!" Harto yang saat itu ingin melangkah masuk, segera berbalik kala mendengar suara Nana. Nana baru saja turun dari mobil pemadam bersama Ahmad dan mas Agung. "Mas, bagaimana ibu?" tanya Nana, matanya terlihat sembab seperti habis menangis. Harto tak kuasa menjawab pertanyaan Nana. Mulutnya bungkam, tak tahan jika harus membahas soal ibunya lagi. "Yang sabar Har! Kuatkan hati kamu! Semua yang bernyawa, pada akhirnya harus berpulang. Tidak terkecuali kita yang masih b

