BEFORE EVERYTHING–16

2198 Words

“Ca? Lihat ih.” “Penasaran banget sih lo.” “Ya iyalah.” “Kenapa emangnya?” Pertanyaan itu kembali membuat Sam terdiam. Kenapa? Ya... karena orangnya Arzan. Sahabat urang. Kok urang bisa nggak tau? Kok Arzan nggak pernah bilang kalau dia suka sama Cantika? (urang = saya) Sam mendengus frustrasi. “Ih?” “Takut dia nulis yang aneh-aneh aja, Ca.” Cantika malah tertawa. “Takut gosipin lo? Geer banget!” “Bisa aja kan?” “Surat cinta menurut lo harusnya nulis apa? Laporan pertanggungjawaban?” “Ya nggak gitu juga.” “Terus?” Sam belum sempat menjawab suara deheman terdengar. Keduanya menoleh ke sumber suara yang tengah duduk di sofa panjang ruang keluarga. “Lho, Papa sudah pulang?” ujar Cantika seraya berjalan mendekati Dirga. “Assalamu’alaikum, Pa,” sambung Sam. “Wa’alaikumussalam,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD