BEFORE EVERYTHING–15

2814 Words

Bel pulang sekolah sudah berbunyi hampir lima belas menit lalu. Sebagian besar siswa mulai meninggalkan gedung. Lorong-lorong yang tadinya penuh perlahan lengang, menyisakan beberapa anak yang masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, kelas tambahan, atau sekadar duduk-duduk menunggu jemputan. Cantika termasuk salah satunya. Ia duduk di depan ruang OSIS dengan tas tersampir di bahu dan sebotol coklat dingin yang baru ia beli di kantin. Menunggu. Sesuai permintaan Sam. Awalnya Cantika berniat langsung menuju taman di dekat parkiran. Namun entah kenapa, kakinya justru membawanya sampai ke lantai dua. Kok beg0 banget ya gue? Ngapain coba malah ke sini? Cantika melirik jam di pergelangan tangannya. Sam bilang akan bicara dengan Karina setelah jam sekolah. Ia tak pernah bilang akan rapat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD