Semakin dipikirkan semakin galau, semakin sulit melepas dan menerima takdir. Di titik kebimbangan, aku putuskan untuk berhenti berfikir dan mengambil keputusan final bahwa selepas kepindahan ini aku pun harus mengajukan gugatan perceraian. Mobil pick up pesananku datang, kunaikkan barang ke sana, sementara supir mengangkat barang barang besar "Kabur ke mana kamu?" Tiba-tiba seorang wanita dengan sorot mata berkilat berdiri dihadapanku matanya terlihat sembab kurasa wanita itu baru saja kembali dari kantor polisi dan langsung mampir ke rumahku. " "Mau pergi kemanapun aku mau kenapa kau bertanya, Adelia?" "Kau ingin mencuci tanganmu setelah berhasil melukai suamiku?" "Jangan lupa bahwa orang yang kau sebut suami adalah suamiku juga," desisku geram. "Tapi kok sudah melukai nya dasar

