"Baiklah Ibu, apa yang ingin ibu katakan," ucapku sambil mendudukkan diri. Aku tahu dia akan berkata bahwa Haifa dan Hamdan harus menikah karena untuk menutupi apa yang sudah mereka lakukan. "Ibu sebenarnya bingung harus bicara apa tapi Ibu harus membersihkan kejadian ini agar tidak menjadi aib keluarga yang akan menyebar." "Jadi, bagaimana?" tanyaku tetap tenang. "Apakah pantas jika Ibu melamar HIV untuk Hamdan, Ibu tidak akan melakukannya jika kau tidak setuju." "Tentu saja aku tidak setuju ibu. Bukan karena kecemburuanku, tapi aku ragu pada perilaku wanita yang dengan mudah saja mau tidur dengan suami orang, dia memang terlihat elegan tapi sikapnya rendahan. Maafkan aku," ujarku lirih. "Aduh, ibu dilema sekali." "Ibu adalah pemegang kekuasaan dan keputusan tertinggi di rumah ini

