69

887 Words

Keesokan hari, dengan rencana yang sudah diatur sedemikian rupa, berangkat untuk pura-pura menemui Haifa, rencananya masa udah makan naik mobil wanita itu dan memasang penyadap suara di dashboard mobilnya. Aku yakin, dan dia juga yakin bahwa akan terjadi percakapan penting yang bisa kami jadikan bukti saat haifa menuntut pernikahan pada masa Hamdan. "Pergi ya Bunda." "Hati hati, pastikan semuanya lancar." "Iya." Kubiarkan suamiku naik mobilnya sambil mendoakan semoga niat kami berjalan dengan mulus. Mungkin Jika aku berada di posisi wanita lain, pasti aku akan langsung murka dan meninggalkan Mas Hamdan jika dia ketahuan telah tidur dengan mantannya. Tapi itu berbeda denganku, karena aku memilih untuk menunggu bukti dan membiarkan Tuhan memperlihatkan padaku apa yang sebenarnya terjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD