" Sayang, tolong buka pintunya karena aku ingin menjelaskan semuanya padamu," pinta Mas Imam dengan lembut. "Enggak mau, aku enggak sudi buka pintu," teriak sari. "Please Sayang, aku mohon, kemarahan kamu sama sekali tidak beralasan." "Nggak peralatan kata kamu Mas? Tega-teganya kamu makan malam dan bercanda dengan anak-anakmu sementara aku dan Angel kelaparan di dalam kamar." "Aku nawarin makan loh sayang, Aku juga mau minta kepada Bunda Erwin untuk menyisakan makanan untuk kamu dan ibu." "Hah, kamu menyebut Mbak Yanti dengan sebutan Bunda Erwin, alangkah mesranya, dan kamu sengaja kan Mas membuat aku terbakar cemburu?!" jeritnya meracau tak karuan. "Enggak gitu Sayang, kok aku jadi serba salah sih, Sar, kemarin aku udah susah payah buat bujuk Yanti sekarang aku harus apa yang untuk

