26

1195 Words

Sore hari, setelah suasana mulai kondusif Mas Imam pulang dari suatu tempat dan langsung menemuiku di halaman belakang. "Jadi, apa yang akan kamu lakukan, Mas?" "Gak ada, gak tahu, aku blank, bingung dan pusing karena aku juga harus cari kerjaan untuk memenuhi kebutuhan Sari dan kalian juga," jawabnya mengusap wajah. "Aku berterima kasih karena kamu sudah mengamankan sertifikat rumah ke tanganku, andai saja sertifikat itu ada disini mungkin istrimu akan menjualnya," balasku. "Iya, itu hakmu, aku juga masih punya pikiran, mana mungkin aku serius mau mengusir kalian dari rumah itu," ucapnya tersenyum tipis. "Jadi kamu gak serius?" tanyaku antusias. "Hari itu aku hanya lagi emosi, ditambah aku kehilangan akal sehat, maaf ya," ucapnya menyentuh tanganku lalu menggengamnya. "Lepasin tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD