27

1325 Words

"Tolong, jangan pergi, aku minta tolong," ucap Mas Imam. "Buat apa bertahan kalo sakit, Mas?" tanya wanita itu dengan dinginnya. "Kita masih boleh bersama Sayang, aku akan tuntaskan semua masalah ini." "Kalau mau denganku kamu harus meninggalkan Mbak Yanti," pintanya. "Jangan meminta itu, masih ada solusi lain." "Ah, percuma bicara denganmu." Wanita itu mendorong d**a Mas Imam lalu berlalu pergi bersama ibu dan anaknya. Tinggallah aku dan pria itu. Dia terduduk di kursi dan menyeka air mata sedihnya. Lantas meratapi mengapa harus kehilangan istri yang dia cintai. "Kalau kamu begitu terobsesi untuk bersamanya, maka pergilah ikut dia," suruhku. "Anak adalah hal yang membuatku berat untuk melepaskan Sari. Di samping itu ...." "Ya, aku paham, kau juga mencintainya, tergila-gila deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD