21

1175 Words

Ketika aku bukakan pintu pria itu langsung masuk yang mencekik leherku, dengan beringasnya dia langsung marah dan berteriak di wajah ini. "Beraninya kamu datang dan merusak rumahku!" "Kenapa tidak, terlanjur kau juga sudah merusak hidup kami," balasku. "Kau emang pantas dihajar dan dipukuli," ucapnya sambil menampar dan mendorong tubuhku hingga menabrak meja ruang tamu. Anak anak kaget, bangun dari posisi makan mereka, dan bersiap untuk menolongku namun aku juga mencegahnya. "Jangan mendekat, biar ayah dan bunda menyelesaikan urusan kami," cegahku. "Tapi ...." Belumlah selesai anak-anakku melanjutkan kata-katanya, Mas Imam sudah mendekat menarik bagian d**a pakaianku dan mengangkatku dengan kasar. Dia mencoba mencekik kembali di diri ini. "Ayah, tolong ...."Erwin dan vito mencoba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD