22

1237 Words

Kudengar kabar dari orang yang kumintai tolong untuk menjadi kuasa hukum kami yang bernama Pak Rudi, bahwa polisi sudah mengirimkan surat pemanggilan pada Mas Imam. Menurutnya kali ini Mas Imam akan sulit melepaskan diri karena perbuatannya sudah begitu fatal. Beliau juga mengatakan paling lama jam delapan pagi Mas Imam sudah berada di kantor polisi. Baru saja kupikirkan dia tiba tiba orangnya sudah ada di belakangku. Aku terkejut bukan main, langsung menjaga jarak namun ia hanya terkekeh pelan dan menggeser kursi lalu duduk. "Aku mau bicara," ucapnya dengan tegas. "Apa?" "Anak anak di mana?" "Sekolah," jawabku waspada. Khawatir ia akan melakukan sesuatu. Melihat gelagat awas dariku, dia kembali tertawa. "Jangan tuntut aku, akan kuberikan apa yang kau inginkan." "Hah?" Aku tert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD