"Apa-apaan ini!" Dia langsung menjerit dan keluar dari kamarnya, mencari Mas Imam dan istrinya, sementara aku asyik saja di kamar. "Kenapa Bu?" tanya Sari nampak tak enak pada Ibunya. "Kenapa mereka di kamarku?" "Mereka pindah kemari selama masa tenggang hukumanku." "Apa?!" Wanita itu menjerit membuat Mas Imam terkesiap. "Kenapa kaget, harusnya Anda senang, karena sekarang kita satu keluarga," ucapku sambil melipat tangan di d**a. "Apa? Satu keluarga, aku yakin kau punya niat jahat di sini," ucapnya menuduh. "Sudahlah, aku lelah, mau tidur," kataku sambil masuk kembali ke dalam kamar. "Ya ampun, wanita gila ini ...." Wanita itu geram sedang anaknya tidak bisa berbuat apa apa. ** Makan malam, Mas Imam memanggil kami dan menyuruh kami untuk makan malam duluan. "Silakan makan,

