56

1038 Words

Sabtu sore aku dan Mas Hamdan berangkat ke kota sebelah, kita yang kami tuju di mana Mas Hamdan akan menemui rekan bisnisnya bersama dengan Haifa, ya, mantan tunangannya yang cantik dan bertubuh aduhai. Sengaja kukenakan pakaian terbaik dan memulas sedikit bedak dan lipstik, aku juga tak mau terlihat terlalu lusuh di depan suamiku. Yang namanya pria adalah makhluk visual yang menyukai keindahan. Jangan sampai mas Hamdan mengagumi keindahan yang diharamkan mata sementara pasangan halalnya tidak menyadari apa apa. "Kamu cantik sekali, Bunda," ujar suamiku dengan senyum dikulum. "Alhamdulillah kalau cantik di matanya Mas," jawabku tersipu. "Tetaplah jadi dirimu, jangan terlalu berusaha untuk menjadi sosok yang bukan dirimu." "Ti-tidak kok, sesekali aku ingin mengganti tampilanku." "Jika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD