"Mas sebaiknya jangan terlalu keras seperti itu wanita itu sampai menangis dan berlari meninggalkan tempat ini," ucapku sambil mendekati suami. "Orang sepertinya harus diberikan penegasan agar dia tahu batasan," jawab suamiku sambil menghela napas dan bangun dari kasur. Dia raih handuk untuk bersiap mandi demi menemui kliennya. "Aku yakin dia sangat marah dan dendam padaku, dia pasti mengira bahwa penyebab jarak diantara kalian adalah diriku." "Mengapa kau harus merasa bersalah seperti itu? Kamu adalah istriku dan salahnya dia sendiri untuk terus berharap dan mencari perhatianku padahal aku sudah menegaskan bahwa sejak kami berpisah, maka tidak akan ada hubungan yang terjalin selain hubungan profesional dalam pekerjaan. Pernikahanku bukanlah sesuatu yang akan mempengaruhinya dan dia har

