82

1017 Words

Sungguh sebuah pilihan sulit saat ibu memintaku untuk memilih antara cinta dan masa depan anak anak. Jika kupilih cinta maka ibu akan memusuhiku dan mengintimidasi anak anak, namun jika kuturuti semua keinginannya,maka dia akan bersikap baik dan ujungnya aku yang akan makan hati berulam jantung. Bisa kubayangkan bagaimana Haifa dan Mas Hamdan nanti, di depanku mereka akan melenggang sebagai pasangan baru, aku akan lebih sering menyaksikan kebersamaan mereka dan menahan perasaanku yang hancur, sungguh akan sangat iri dan pedih hati ini. Membayangkan bahwa wanita jalang itu juga akan diboyong kemari membuatku putus asa dan pusing kepala, ya Tuhan …. “Kau terlihat berpikir keras, ada masalah apa Sayang?” Tak kusadari suamiku sudah kembali, begitu lamanya aku mengambil kesempatan untuk berp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD