81

1034 Words

Usai merebut kunci dari tanganku, ibu mertua menjauh, dengan penuh kekesalan dia menghela napas lalu masuk ke dalam rumah dengan cara membanting pintu. Aku terkesiap, terkejut karena baru pertama kalinya ibu mertua memperlakukanku sekasar itu, itupun di depan supir dan anak anak. Sebenarnya, aku tidak masalah jika dia memusuhiku tapi mengapa juga ia harus menunjukkan di depan mereka, itu akan mempengaruhi mental anak anak dan bagaimana mereka akan tidak nyaman berada di rumah ini. Bayangkan, ini rumah ayah tirinya, dan orang tua dari ayah dirinya tidak menyukai mereka, tentu perasaan anakku akan tersisih dan hancur sekali. Aku punya dua pilihan untuk mengatasi hal ini. Pergi minta maaf pada ibu mertua, lalu mengalah dan pura pura jadi menantu baik dengan mengorbankan suamiku jadi mili

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD