"Mohon maaf, saya pun ingin menuntut karena ayah, karena pernah memukul saya demi istrinya," ucap anakku Erwin yang datang tiba tiba. Putraku terlihat nampak khawatir dambil menggenggam bungkusan makanan dan baju di tangannya. Orang orang yang kebetulan ada tersentak dan mengalihkan perhatian memandang kedua anakku "Anak-anak jangan ikut campur!" bentak Mas Imam. "Tidak apa, Pak, kami juga butuh kesaksian," sela seorang angggota polisi membuat Mas imam mati kutu. "Pak Polisi, umur saya sebentar lagi delapan belas tahun, meski begitu saya pun adalah warga negara yang berhak atas perlindungan hukum. Dari itu, saya menuntut ayah saya atas aksi kekerasan yang dia lakukan karena penolakan kami." "Saya pun demikian hendak memberi kesaksian, ayah sudah sering bertindak kasar dan mengancam

