43

1259 Words

Karena merasa ada firasat yang tidak enak aku tetap memaksa untuk ikut dan melakukan akad sewa, namun, setelah berkendara dan menemui pemilik lapak, ternyata oleh istrinya kami diberi tahu bahwa dia sedang tidak di rumah. "Makanya, saya bilang besok aja, Mbak, tahunya saya bereskan semuanya," ucap Yanto. "Hhm, kurasa iya, juga, Mbak juga lelah," balasku. "Yuk, ah, pulang," ajaknya menjauh. "Oh iya, Mbak, mulailah berbelanja bahan dan kebutuhan untuk jualan agar tidak terlalu banyak membuang waktu," usulnya. "Baik, insya allah besok." Keesokan harinya. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi aku dan adikku berpencar. Anak-anak pergi ke sekolah mereka, sementara Yanto dan istrinya menemui pemilik lapak untuk menyerahkan uang. Aku sendiri pergi ke pasar untuk berbelanja dan melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD