44

1298 Words

Mungkin karena melihatku menangis dan berpelukan di pinggir jalan sebuah mobil berhenti dan pintunya terbuka. Seorang pria berpakaian putih dengan padua celana kain hitam turun dan menghampiri kami. Pria itu nampak baru saja pulang dari masjid. "Permisi, assalamualaikum, apa terjadi sesuatu?" Mendapatkan perhatian dari orang asing membuat aku malu dan langsung mengusap air mata kemudian bangkit dan berpura-pura baik-baik saja. "Tidak Pak, kami baik-baik saja," balasku. "Hmm, ada apa dengan tasnya, Ibu mau kemana?" Tanya pria itu sambil memperhatikan anakku dan tas yang tadi ditendang oleh Vito. "Kami mendapatkan musibah yang beruntun Pak," jawab Erwin. Aku memberinya kode agar dia tidak memberi tahu pria itu namun entah kenapa, Si bapak yang kutaksir masih muda dan berumur empat pulu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD