59

1011 Words

"Harusnya aku bisa lebih tegas pada wanita itu," ucap Mas Hamdan sambil berjalan hendak membuka pintu tempat Haifa duduk. Untungnya secepat mungkin aku menarik tangan suamiku dan mencegahnya. "Tidak perlu sedrama ini, Mas. Dia hanya numpang, jadi, kita anggap di penumpang biasa," bisikku pelan. "Baiklah, aku tidak akan banyak bicara lagi," ucap Mas Hamdan sambil masuk ke dalam mobilnya. "Kalian lama sekali, apa yang kalian perbincangkan?" "Membicarakan sesuatu yang tidak perlu kau ketahui intinya!" "Astaga, ku jutek sekali Mas," balas Haifa sambil mendengus. Mobil pun perlahan merayap meninggalkan hotel, masuk ke jalan raya lalu menambah kecepatannya. Lima belas menit dari jalan biasa kami masuk ke gerbang tol dan mobil berbelok ke kiri, mengarah menuju kota kediaman kami. Sepanja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD