63

703 Words

Betapa terkejutnya diri ini melihat pemandangan yang ada di layar ponsel, dadaku seolah diberikan hantaman besar oleh palu godam, aku sangat syok dan kehilangan kata-kata, hanya bisa menahan lelehan panas yang kini menganak sungai di sudut mataku. "Ada apa?" tanya ibu mengernyit heran melihat ekspresiku. "Ti-tidak, Bu," jawabku gugup. "Ibu makan dulu, saya harus ke belakang sebentar," jawabku sambil bergegas. Pemandangan itu amat mencungkil perasaanku, seperti pisau bermata dua yang ditusukkan secara vertikal, aku benar benar sakit. Di dalam sana terpampang foto suamiku sedang tidur pulas dan Haifa berada di pelukannya. Wanita itu nampak tak mengenakan baju, hanya menutupi tubuhnya sebatas atas d**a lalu rambutnya tergerai dan dia meletakkan kepalanya di atas d**a Mas Hamdan dengan seny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD