48

1439 Words

Sepertinya wanita itu tahu tentang hubunganku dan Mas Hamdan yang sudah mulai dekat nyatanya sikapnya dari tadi terus berusaha menyindirku. "Permisi saya masuk ke dalam dulu," ucapku sambil tetap memaksa tersenyum dan membawa nampan itu. "Seorang asisten harusnya menjaga batasan dirinya untuk tetap berada di koridor asisten, tidak perlu bersikap berlebihan," kritiknya. "Apa maksudnya, sih," tanya ibu Syaimah penasaran. "Tahu gak Bu, Mas handam di kantor sering membicarakan dia dan memuji-muji nya seolah-olah bahwa ...." "Oh, itu ... Itu hanya pujian biasa, kenyataannya, memang Mbak Yanti ini sangat baik kepada cucu dan saya sendiri," puji Nyonya rumah sebelum wanita selesai menghujatku. Wanita tadi terlihat mendesak dan memutar bola matanya tidak suka, sementara aku hanya membungkuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD