Pukul 08.00 ibunya Mas Hamdan memanggilku ke kamarnya, dia memanggilku dengan tatapan tegas dan menyuruhku untuk segera mengikutinya. "Duduklah kamu di kursi itu," ucapnya. "Iya Bu," ucapku lirih. "Kamu masih punya waktu untuk menyelamatkan reputasi keluarga kami silakan, itupun jika kamu peduli, tolong pergi aku akan memberikanmu uang gaji dan tunjanganmu, aku minta tolong," ucap Wanita itu mengangsurkan sebuah amplop coklat tebal. "Maaf tapi apa itu, Ibu?" "Uang 50 juta, pergi dan selamatkan masa depan Hamdan, tolong bantu aku untuk menjaga kehormatannya, dia tidak cocok denganmu karena kamu lebih dewasa darinya, dan anakku masih membutuhkan wanita yang bisa membahagiakannya," jaabmya. "Tapi dia sendiri yang menegaskan bahwa dia menginginkan saya, saya pribadi tidak pernah memaks

