“A—ayu?” “Siapa?” Pria itu tersenyum canggung, menggusap bagian lehernya. “Ini aku, Bima, Yu.” Ayu sebenarnya tahu bahwa pria di depannya adalah Bima, mantan suaminya. Ia mengingat dengan jelas bagaimana bentuk wajah pria itu, bagaimana Ayu bisa melupakan orang yang telah menyakitinya begitu dalam hingga sampai saat ini luka itu masih menganga? “Oh..” Ayu mengangguk kecil, tatapannya beralih ke arah Agnes yang sampai saat ini belum juga ia mengerti, bagaimana perempuan itu baik-baik saja saat telah menyakiti perempuan lain? “Aku udah nyari kamu kemana-mana, Yu. Ada hal penting yang mau aku omongin sama kamu,” tutur Bima yang kini terlihat lebih dewasa. Tubuh pria itu semakin tinggi dengan badan yang tegap, Agnes nampaknya benar-benar merawat Bima dengan baik. “Mungkin lain kali. Saya

