Bak sedang menggantungkan nasib, kehidupan Ayu setelah ini akan tergantung dari perkataan Dokter yang keluar dari pintu UGD. Ia mungkin akan baik-baik saja ketika sang Ibu yang berada di dalam sana dinyatakan baik, namun dunianya akan hancur jika sang Ibu tidak baik-baik saja. “Siti gimana ceritanya bisa sampai pingsan, sih, Pras?” tanya Marlen yang kini ikut menunggui Ayu dan Pras, bersama Yusuf juga. “Pras juga enggak tahu, Ma. Tiba-tiba Ibu pingsan waktu Pras lagi ngisi daftar nama tamu,” jawab Pras yang sekarang wajahnya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis. Marlen yang ikut merasakan kesedihan dan keterkejutan Pras mengusap punggung remaja lima belas tahun itu perlahan, berusaha menenangkan bahwa semuanya akan baik-baik aja. “Itu si Siti kayaknya cuman kelelahan, doang.

