“Enggak jadi karyawan, enggak jadi CEO, ini si Arkan kenapa lama banget keluarnya, sih? Bangun candi apa malam-malam?” omel Stephani sekian kalinya tentang keterlambatan Arkan. Ia dan Sam sudah sampai dari beberapa menit yang lalu di gedung Arkan bekerja. Rencanya mereka bertiga hari ini makan malam bersama. “Kita baru lima menit sampai kali, Han,” ujar Sam yang baru saja selesai menelpon bawahannya. “Eh, iya? Kok bulu mata palsu gue udah kering aja, sih? Ckck, kebanyakan kena angin ini,” tutur Stephani lagi sambil mengambil cermin kecil yang selalu ia bawa di dalam tas. Tak lama, orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari Gedung tinggi itu sambil tersenyum lebar. Seolah pria itu hari ini tidak bekerja melainkan bermain. Stephani dan Samuel yang melihat itu saling pan

