“Lo emangnya dari mana kok bisa jadi gembel kayak gitu?” tanya Stephani melirik Arkan yang tengah memejamkan kelopak matanya menyender pada bangku mobil. “Gue habis dari Rumah Sakit sama Ayu plus Sam.” “Siapa yang sakit?” tanya Hani. “Cek kandungan Ayu,” jawab Arkan membuka kelopak matanya. “Terus lo ditinggal sendirian sama mereka? Kasihan.” Stephani tergelak, apalagi ketika melihat bagaimana wajah Arkan yang menunggunya dipinggir jalan. Jika orang tidak tahu siapa Arkan, pasti mereka hanya mengira pria itu Mas-mas pengguran saja. “Mereka berdua jalan-jalan, makan enak, senang-senang. Eh, lo malah duduk dipinggir jalan,” ledek Stephani lagi membuat Arkan yang mendengarnya menjadi nyesek. Stephani yang tadi baru saja pulang dari asrama Pras langung menjemput Arkan ketika laki-laki it

