18] Menjadi Orang Asing

1668 Words

KAKIKU melangkah pelan ke arah ruanganku di jurusan. Jadwal mengajar hari ini cukup banyak membuatku mampu melupakan dia yang telah pergi dan menjadi terlarang untuk dipikirkan. Ketika duduk di depan meja dengan dinding ruangan membatasi pandangan, dia menyelinap kembali ke ruang pikiranku. Ketika hati dipaksa untuk melepaskan, ia meminta waktu lebih lama untuk angkat kaki. Perlahan aku belajar melupakannya. Otakku memaklumi jikalau hari ini belum berhasil mengenyahkan bayangannya dari kepala. Aku tidak pernah main-main dalam pernikahan. Aku tak menganggap perkawinan sebagai ajang coba-coba. Ketika Lian menikahiku, aku meletakkan kepentingan pernikahan di atas keinginan pribadiku. Aku menghargainya sebagai suami. Aku berusaha menjadi seorang istri dan mencintai suamiku setulus hati. Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD