19] Suamiku, Aku Rindu

1829 Words

“WI, AYO TURUN, ADA YANG INGIN BERTEMU.” Pelan-pelan aku bangkit dari tempat tidur dan mencari hijab yang tadi kubuka sebelum berbaring. “SIWI, GANCANGLAH (CEPATLAH)! KENAPA LAMA SEKALI? NANTI ALLAN JAMURAN MENUNGGUMU!” “Allan? Ya ampun, mimpi apa aku dikunjungi olehnya? Bukan bukan, maksudku kenapa Mami mengizinkan Allan berkunjung ke rumah? Dulu berpapasan di luar saja Mami enggan.” Kuambil hijab dari lemari lalu melangkah turun. “KENAPA SEKARANG HOBI BERLARI HAH? INGAT UMUR, WI!” Aku tiba di sebelah Mami, duduk dengan anggun sambil tersenyum sedikit kepada Allan. Ada yang harus kukoreksi terlebih dahulu, “Mami juga harus ingat umur. Jangan suka teriak-teriak dalam rumah.” “Ya ampun, sejak kapan kamu melawan Mami?” tanya Mami retoris. Aku hanya tersenyum. Aku tidak menanggapi M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD