BAB 33 — DUA PREDATOR

1138 Words

Suasana hutan yang tadinya dipenuhi suara gesekan dahan tertiup angin mendadak mati total. Sunyi yang mencekam seolah menghisap segala suara kehidupan tidak ada lagi kicauan burung, tidak ada dengungan serangga hutan. Hanya ada deru napas berat yang saling bersahutan di antara pepohonan tua yang menjulang tinggi seperti jeruji penjara alam. Dari balik rimbunnya semak, sosok itu akhirnya menampakkan diri. Night Panther. Makhluk itu bukan sekadar hewan liar; ia adalah perwujudan teror dari Pulau Bermuda. Tubuhnya jauh lebih masif dari panther biasa, dengan otot-otot yang menonjol di bawah kulit hitam legam yang menyatu sempurna dengan bayang-bayang hutan. Langkah kakinya begitu ringan, nyaris tanpa suara, meski tubuhnya cukup berat untuk mematahkan ranting-ranting pohon yang terinjak. Sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD