BAB 34 — PREDATOR

1441 Words

Langkah kaki yang berdebum keras memecah kesunyian pinggiran hutan. Simon dan Maia terus berlari, menerobos semak dan akar pohon yang merintangi jalur menuju Desa Mati. Napas mereka memburu, memotong udara yang terasa semakin tipis. ​Di depan, Simon berlari dengan ritme konstan, wajahnya mengeras. Di belakangnya, Maia beberapa kali menoleh ke belakang, matanya memancarkan kepanikan yang tak bisa disembunyikan. Keheningan di antara mereka terasa lebih berat daripada jarak yang harus mereka tempuh. ​Maia tidak tahan lagi. Langkahnya memelan hingga akhirnya ia berhenti, bersandar pada sebatang pohon sambil memegangi dadanya yang naik turun. "Simon... tunggu!" panggilnya dengan napas tersengal. ​Simon menghentikan langkahnya beberapa meter di depan. Ia menoleh, wajahnya datar, namun matanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD