Mendadak suasana di dalam mobil menjadi hening, ya mereka sudah dalam perjalanan pulang. Terlalu banyak kejadian yang menguras emosi di pesta tadi. Hal tersebut membuat Anna malas berbicara dengan Jeremy. Anna lebih memilih mengusap punggung Gerald yang mulai menutup mata, ia sengaja memangku Gerald dan memeluknya agar anak laki-laki tersebut nyaman. Terbukti baru beberapa detik mereka masuk ke dalam mobil, Gerald sudah mulai berkelana di alam mimpi. "Apa kau marah?" tanya Jeremy, ia mencuri-curi pandang ke arah perempuan yang berada di sampingnya. Anna melirik sebentar kemudian membuang wajahnya di jendela, "Kau berbicara denganku?" dengusnya. "Tidak, aku berbicara dengan angin," sahut Jeremy cepat. "Ya denganmu lah." "Oh," "Hah?" Beo Jeremy, ia kaget mendengar respon Anna di luar
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


