Perjuangan Berat

1141 Words

“Percaya sama aku aja ya. Gak usah dengerin Marcho,” ucap Alea sambil menempelkan plester di lutut Nathan yang sedikit tergores saat jatuh tadi. Nathan menatap tajam ke arah Alea. Tatapan mengintimidasi itu keluar lagi. Tatapan yang dulu sering dilakukan Nathan saat masih mengejar Alea dan terbakar cemburu. Alea meraih tangan Nathan. Dia mengusap punggung tangan Nathan, demi sekedar menurunkan emosi kekasihnya lagi. “Kamu gak percaya sama aku?” tanya Alea. Nathan menatap Marcho sebentar lalu kembali melihat ke arah Alea. “Pindah di sebelah sana. Biar Marcho yang di pinggir. Kalo mereka macem-macem, bilang aku,” pesan Nathan. Alea tersenyum. “Iya. Kamu konsen main aja ya. Gak usah mikir yang lain. Okey?” Nathan mengangguk lalu memegang puncak kepala Alea. “Iya.” Senyum tipis terbit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD