“Than.” Thita melirik tajam ke arah putra sulungnya. Nathan menoleh ke sang mama. “Ma, ke sananya harus hari ini banget ya? Gak bisa besok ato lusa gitu?” tanya Nathan. “Pestanya itu ntar malam, Kak. Masa perginya besok. Ngaco aja bangun tidur,” sahut Joanna. Thita menatap putra kesayangannya lagi. “Emang kenapa? Kamu ada perlu lainnya?” tebak Thita. Nathan mengangguk. “Iya, Ma. Nathan mau pergi.” “Gak bisa ditunda?” “Gak bisa, Ma. Nathan dah janji soalnya.” “Kena marah papa lagi tau rasa lu!” sahut Joanna lagi. “Apaan sih lu bocah! Nyaut aja kerjaannya!” sembur Nathan pada adiknya. “Yee ... aduin papa beneran kapok lu. Lagian mau ke mana sih?” “Kamu mau ke mana emangnya, Than?” tanya Thita juga. “Mama nih kayak gak pernah muda aja. Ini kan malam minggu, Ma. Ya mau kencan lah.”

