"Jadi keputusan kalian sudah bulat, untuk kembali tinggal di sini?" Frans memasang wajah serius. "Sepertinya begitu, Yah! Aku sama Mas Wahyu sudah diskusi bareng. Rayyan juga ambil kuliah di sini." Dewi memberi penjelasan. "Kenapa tidak cari Universitas yang lebih baik? Aku sanggup membiayai Universitas manapun yang ia inginkan. Di luar kota? Luar negeri? Dimanapun! Malah ngambil Kampus yang nggak jelas kayak gitu!" Frans gerah atas pilihan anak dan cucunya. "Itu pilihan Rayyan sendiri, Yah! Kami sebagai orangtua menghargai dan mendukung keputusannya saja." Frans mendengus kesal, tapi tetap berusaha mengawal diri. "Jadi bagaimana dengan Asia Pratama?" Frans menatap Wahyu. "Saya akan kembali memimpin langsung kantor yang disini, Yah. Biar nanti Erick saya minta pegang yang di Singapura

