Mimpi Buruk

1906 Words

Bunga memasuki rumah kontrakan sederhana miliknya. Sungguh sederhana. Bukan karena ia tidak mampu menyewa tempat yang lebih baik dari ini. Dia hanya memberatkan puterinya, Tiara. Bahkan beberapa pelanggannya menawarkan Villa atau apartemen untuk dia tinggali. Tapi Bunga memikirkan perasaan Tiara. Bagaimana terlukanya perasaan putri kesayangannya itu, jika harus melihatnya melayani laki-laki asing di depan matanya. Biarlah pundi-pundi kekayaan itu di simpannya untuk pegangan Tiara kelak, jika dia telah tiada. Diapun bisa pergi dengan tenang, tanpa khawatir membiarkan putri kecilnya hidup terkatung-katung. Ditatapnya wajah Tiara yang tengah terlelap di sofa, di depannya berserakan buku-buku pelajaran. Nampaknya dia belajar dengan sangat keras hingga terlelap dengan posisi memeluk bukunya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD