Usaha yang manis

2065 Words

"Kau masih betah di sini?" Lelaki yang tak lain merupakan Wahyu duduk di samping ranjang. Memilin kain seprai yang terpasang rapi, menjadikannya sedikit kusut meskipun belum terjamah. Tatapannya sangat bersahabat, senyum tulus terukir di wajahnya. Senyum itu yang takkan pernah Bunga lupakan. "Apa maumu? Kenapa datang kesini!?" sungut Bunga. Ia tetap berdiri di depan pintu yang sudah terlanjur ditutup. Jika dulu kehadiran lelaki itu sangat dinantikan, tidak kali ini. Dua puluh tahun penantian, cukup untuk dijadikan alasan serta dasar ia membenci lelaki pengecut itu. "Aku merindukanmu, juga putriku. Aku ingin sekali bertemu dengan-," "Dia bukan putrimu!! Dia putriku! Putrimu telah mati!!" sergah Bunga berapi-api. "Dia memang putrimu, dia mirip sekali denganmu, tapi ia mewarisi mata da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD