Wahyu berjalan keluar dari pintu kedatangan bandara dengan wajah sumringah. Setelah pergi beberapa bulan, senang rasanya kembali ke tanah air dengan membawa banyak hal baik. Urusan bisnis yang lancar, kabar kehamilan Dewi yang sehat dan lincah. Dan kini ia bisa bertemu teman hatinya, Bunga. Wahyu dan Dewi baru saja mengetahui kehamilan anak pertama mereka setelah janin itu berusia lebih dari empat bulan. Dasar, mungkin ia ingin memberikan kejutan untuk kedua orangtuanya. Toh nyatanya kedua orang tuanya memang terkejut dibuatnya. Dewi sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya sedang berbadan dua. Dia tetap menjalankan aktivitasnya tanpa terganggu sama sekali oleh kehamilan di trisemester pertamanya. Tidak seperti orang yang katanya harus mengalami ngidam parah, bahkan sampai tidak bisa bangu

