Bunga mengetuk pintu kamar putrinya. Nampak Tiara sedang berbaring tertelungkup memeluk boneka beruang besar kesayangannya di atas ranjang. Entah apa yang tengah di pikiran oleh putri kecilnya yang kini beranjak remaja. Bunga memperhatikan putrinya dengan seksama. Tinggi dari tubuh Tiara hampir menyamai panjang dari ranjangnya. Ia benar-benar mewarisi gen tinggi dari Ayahnya, selain sorot matanya yang juga benar-benar milik Wahyu. Bunga mendekat, memandangi wajah putrinya yang nampak muram, tak secerah tadi saat baru menampakkan dirinya sepulang sekolah. Hembusan nafasnya nampak jelas terdengar kasar, seolah ingin menghempaskan semua perasaan negatif di dalam dadanya. Bunga duduk di samping ranjang, mengelus lembut rambut puterinya dengan penuh kasih sayang. Membuat Tiara yang tengah

