Beban hati yang mendua

1875 Words

Waktu berlalu dengan cepat, begitulah sejatinya hati jika sedang bahagia. ia tak menyadari bulan demi bulan berlalu begitu saja, lain lagi jika sedang kesulitan. Melewati waktu sehari saja, terasa seperti bertahun-tahun. Dewi, telah melahirkan seorang bayi laki-laki, seperti tebakan Wahyu sejak kehamilan mudanya. Bayi laki-laki sehat dan lucu, yang mewarisi ketampanan milik ayahnya. Bermata hitam dan bulat, membuat yang memandangnya tak pernah merasa jemu. Pipi gembilnya seperti tempelan kue bakpao, membuat siapa saja gemas ingin mencubitnya. Bulu matanya yang tebal dan lentik, mampu membuat Dewi dan Wahyu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menatap wajah bayi mungil yang sedang tertidur tersebut. Bibirnya maju mundur seperti sedang menyusu pada ibunya. Dewi dan Wahyu tersenyum penu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD