Bunga masih seperti biasa. Melakukan aktivitas harian seperti biasa. Bekerja di malam hari juga seperti biasa. Satu-satunya yang tidak biasa adalah kehadiran Wahyu, berusaha mengusik atau mencuri kembali hatinya. Hati yang telah terbiasa sendiri tanpa nama lelaki itu selama lebih dari duapuluh tahun, dipaksa untuk mengenang masa lalunya lagi dan lagi. Wahyu terus saja berusaha mengambil hatinya. Meminta untuk diberikan kesempatan kedua. Entah lelaki itu benar-benar serius atau hanya sekedar ingin bermain-main seperti sebelumnya. Akh, benarkah Wahyu hanya bermain-main? Tapi gestur dan sikapnya tidak pernah menunjukkan hal yang main-main. Seperti pagi ini, selepas lelah pulang dari Alexa. Bunga telah mendapati laki-laki dari masa lalunya itu duduk dengan santai di kursi teras depan rumah

