Akhirnya terpetik juga!

1639 Words

Setelah malam itu, setiap pagi Bunga selalu mendapatkan seikat bunga mawar merah di depan pintu rumahnya. Terkadang bingkisan buah atau makanan kecil. Tak lupa beberapa pesan manis selalu tertulis dan tertempel pada kiriman tersebut. Mereka jadi sering bertelpon ria di jam istirahat Wahyu. Meskipun itu adalah jam tidurnya Bunga. Namun karena suasana hatinya yang juga bersambut, ia tak pernah sekalipun melewatkan panggilan presdir muda itu. Meskipun dalam hati kecilnya ingin menolak. Hati itu selalu memperingati dirinya untuk tidak terjerumus terlalu jauh dalam perasaan cintanya. Tapi membohongi hati dan perasaan sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah kan? "Besok temani aku makan siang ya!" pinta Wahyu di teleponnya suatu siang. Bunga yang masih setengah sadar karena baru saja terganggu da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD