"Anggap saja kita sedang mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah Bunga!" ucap Mira. Bunga adalah nama pemberian Mira. Karena sejak pertemuan pertama mereka Bunga enggan dan bungkam saat ditanya namanya. "Jadilah sahabatku Bunga, jadilah assetku yang berharga! Mari kita bangun dunia kita sendiri. Dunia yang jauh dari hingar bingar kegiatan siang hari." kata Mira sambil tersenyum sinis. Bunga sendiri sudah tidak ingat, kapan pertama kali selaput dara keperawanannya pecah, dan oleh siapa. Yang dia tau ia melayani klien pertamanya dengan mata terpejam, ketakutan, dan kesakitan. Setelah semua penyiksaan batin itu usai, Mira datang menawarkan pelukan palsu. Memoles dan terus memoles Bunga hingga menjadi asset kesayangan miliknya saat ini. "Bagaimana jika aku ingin berhenti Mira?" tanya

