Part 63 Pyar... Zena terkejut sekali, piring yang dibawakan tiba-tiba meluncur dan jatuh ke bawah tepat di depan kakinya. Zena memegang dadanya dan merasakan degup jantungnya berpacu begitu cepat. "Silma, Salma, anakku." Entah mengapa muncul firasat tidak enak memikirkan kedua putrinya setelah menjatuhkan piring yang sebenarnya untuk anak-anaknya yang biasanya makan selepas pulang dari sekolah. Apalagi ini pulang siang dan nantinya si kembar akan makan siang bahkan mereka juga makan banyak porsinya karena setelah mengikuti ulangan, rasa kelaparan mereka meningkat dan Zena selalu di rumah di siang hari membuatkan mereka menu yang berbeda setiap harinya agar anak-anaknya tidak bosan. Anak-anaknya paling suka masakannya sendiri. Zena masih mematung di tempatnya, kemudian ada seorang pe

