"Birru?" panggil Prisma. Birru membuka mata dan menjawab, "Ya, kenapa Sayang?" "Kita baru berbaikan. Bisakah kita melakukannya secara perlahan?" pinta Prisma serius. Pernah terluka membuat Prisma harus lebih berhati-hati. Meski hatinya masih tertulis nama Birru, tetapi kekhawatiran masih menyelimuti bak kabut tebal. Jadi, ia tidak ingin terlalu terburu-buru. "Tentu saja bisa. Kau mau menerimaku lagi saja sudah membuatku sangat bahagia," balas Birru mantap. Ia pikir, usahanya mendekati Prisma masih panjang. Siapa sangka pukulan yang Sekala dan White lontarkan membuatnya koma. Terlebih, Lucca membantunya tanpa diminta. Jadi, ia merasa sangat bersyukur dengan apa yang terjadi beberapa minggu ini. "Kalau begitu, biarkan aku keluar. Waktu makan malam hampir tiba dan sebentar lagi Papa ju

