"Paman tampan, bangun. Papa tampan, bangun, Pa." Melihat bulu mata Birru bergerak naik turun dan sudut bibir yang naik sempurna membuat Clover gemas. Ia naik ke perut Birru dan duduk di atas sana. Samar-samar, Birru mendengar suara Clover. Entah pendengarannya yang salah atau apa, tetapi ia seperti mendengar gadis kecil itu memanggilnya dengan sebutan papa. Perutnya terasa ditekan, pipinya terasa diusap-usap. Namun, rasanya sangat sulit sekedar untuk membuka mata. Tiba-tiba, terdengar suara pintu terbuka disusul dengan suara Prisma yang terdengar jauh dan berubah dekat. "Ya ampun, Sayang. Kasihan paman Birru masih sakit," ujar Prisma terkejut. "Paman Papa sejak tadi senyum-senyum sendiri, Ma. Bulu matanya juga bergerak naik turun. Sepertinya Paman Papa pura-pura tidur," ucap Clover m

