89. Apa Hakmu?!

1027 Words

"Sedang apa kau di sini?!" tanya Birru dibarengi dengan cengkeraman di kerah kemeja Noah. "Santai, Tuan, santai." Noah mengangkat dagu dengan raut datar. Birru mengangkat kepalan tangan bersiap memukul. Namun tiba-tiba, ia teringat akan putrinya. Kalau Clover sampai melihat ayahnya memukul orang lain bagaimana? Jadi mau tidak mau, ia melepaskan Noah dan berusaha menekan amarah. "Pergilah! Jangan pernah muncul lagi di depan putriku dan Prisma," usir Birru datar. "Apa hakmu?!" Noah terlihat tidak terima diperlakukan seperti itu. "Clover putriku dan aku berhak mengusirmu," sahut Birru bangga. Rasanya sangat menyenangkan bisa memamerkan pada orang lain bahwa kini ia memiliki seorang anak. Apalagi orang itu adalah pria yang berusaha mendekati Prisma. Kalau bisa, ia ingin menunjukkan pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD